Friday, December 27, 2013

Pengalamanku Sukses ASI Eksklusif II (Zaza)


Masih dalam suasana hari ibu minggu tanggal 22 kemarin, saya ingin memposting pengalaman saya sukses ASI eksklusif yang kedua untuk zaza. Sekarang zaza sudah 7 bulan, Alhamdulillah ASI eksklusif untuk anak keduaku juga berjalan dengan sukses , seperti ASI eksklusifku pada Shifa. Baca, Pengalamanku Sukses ASI Eksklusif I (Shifa). Sebenarnya saya ingin memposting artikel Sukses ASI ASI eksklusif untuk zaza bulan lalu pas dia 6 bulan, tapi maaf baru sempat sekarang.
Kalau  ASI Eksklusif zaza sekarang tidak banyak kendala yang berarti.

AWAL KELAHIRAN

Saya melahirkan pada 8 Mei 2013. Kedua kali saya harus menjalani Operasi Caesar, setelah dokter mengkhawatirkan bahwa kemungkinan saya akan diinduksi 2 kali , karena ada kelainan otot rahim sehingga sulit pembukaan dan kontraksi kalau melahirkan normal. Sementara bila itu terjadi, maka otot rahim saya akan rusak. Maka ya sudah, pasrah untuk operasi lagi. Pada saat operasi dokter menemukan ada kista pada rahim saya, 10 cm, kista itu kemudian sekalian diangkat.

Setelah lahir, begitu masuk ruangan, zaza langsung diberikan pada saya. Alhamdulillah inisiasi menyusui dini lancar karena ASI langsung keluar. Yang jadi penunjang sebenarnya kakaknya, Shifa. Dia itu kan sampai sehari sebelum saya masuk Rumah Sakit Shifa masih nyusu ASI ke saya. Saya biarkan saja, dengan maksud supaya ASI tetap lancar, walaupun sebenarnya payudara agak sakit kalau menyusui saat hamil. Tapi anaknya yang tidak mau lepas juga. Efeknya memang ke arah lancarnya ASI begitu melahirkan, karena tidak terputus menyusui.



Bagusnya shifa begitu lihat adiknya, dia langsung bilang “ Ibu, sekarang Shifa tidak mau lagi nyusu ibu, susunya buat adek saja. “ Alhamdulillah, terimakasih , kakak shifa. Rupanya dia lalu timbul kesadaran bahwa ASInya harus gantian dengan adeknya.



 Terbukti ASI saya memang berkualitas untuk zaza karena pada bulan pertama zaza naik 1 kg. Rasanya puas sekali, karena itu berarti memang karena ASIku lah zaza berat badannya naik karena dia tidak makan makanan lain.

MASUK KERJA

Setelah 2 bulan melahirkan, seperti biasa, saya harus masuk kerja karena cuti Cuma 2 bulan, jadi pada bulan 8 Juli saya masuk kerja. Untuk zaza ini saya sudah menampung ASI sejak dari cuti. 


Alhamdulillah saat masuk kerja terkumpul ASI 25 botol  @ 100 ml !Untuk  cadangan saat kerja saya siapkan 3 botol. Bisa dibaca  cara menyimpan dan memberikan ASI perah. Saat pulang kerja, payudara sudah kencang, saya bisa memerah 2-3 botol. Pagi setelah bangun tidur saya memerah lagi 1 botol, jadi cadangan ASI untuk zaza mencukupi.

BULAN PUASA

Pada saat bulan puasa , atas motivasi dari suami saya tetap puasa. Allhamdulillah, saya bisa menjalankan puasa penuh 1 bulan sambil tetap menyusui. Bisa dibaca: Tips Puasa sambilMenyusui secara Eksklusif. Tapi pada bulan puasa ini saya harus usaha ekstra keras, karena selain berusaha tetap memerah, juga masih menyusui. Agar ASI tidak kering, maka saya hanya membatasi memerah 1 botol saat pulang kerja dan 1 botol saat bangun tidur, sementara zaza kebutuhannya 3 botol. Dengan demikian saya menghabiskan cadangan saat cuti hamil untuk menambah kebutuhan zaza.

Alhasil setelah lebaran, cadangan ASI saya benar-benar kosong. Untuk kebutuhan selanjutnya, saya Cuma mengandalkah perahan harian. Makanya saat hari sabtu saya berusaha tidak pergi-pergi supaya saat libur zaza minum langsung dan tidak mengambil ASI perahan.

HASIL PERAHAN SEDIKIT

Pada saat zaza 5 bulan, hampir 6 bulan, mulai timbul masalah karena ASI perahan jadi berkurang banyak jumlahnya, walaupun saya juga tetap minum dan makan banyak seperti biasanya. Kalau sebelumnya sepulang kerja saya bisa memerah 3 botol @ 100 ml, sekarang Cuma 2 botol @ 80 ml, ditambah bangun tidur kadang Cuma @ 50 ml.

Teman saya ada yang tragis, pada 5 bulan 2 minggu, ASI perahannya benar-benar kering, dia katanya Cuma bisa memerah 20-30 ml saja, tentu saja itu tidak cukup untuk kebutuhan ditinggal bekerja. Dengan sangat terpaksa, dia kemudian memutus ASI eksklusif, karena bayinya kelaparan, padahal dia sudah berjuang selama 5 bulan lebih! Sayang sekali.

Untungnya kondisi saya tidak separah itu. Kalau ASI tinggalan saya sedikit, maka saya berusaha mengerjakan pekerjaan di kantor lebih cepat, jadi sebelum jam 3 sudah sampai di rumah. Untungnya kalau Dosen kan lebih longgar jam kerjanya, asal saat itu tidak jam mengajar dan pekerjaan lainnya sudah selesai, boleh aja pulang duluan.

SUKSES ASI EKSKLUSIF !


Alhamdulillah pada 8 Nopember, saya berhasil menyelesaikan ASI eksklusif  untuk zaza. Itu berarti menjadikan saya sebagai satu-satunya di kantor yang berhasil menyelesaikan ASI eksklusif untuk sekaligus 2 anak ! Saya senang karena kesuksesan saya menjalankan ASI eksklusif dapat menginspirasi teman-teman saya. Terbukti ada 2 teman saya yang mencoba menjalankan ASI eksklusif, walaupun yang 1 putus di tengah jalan, tapi yang 1 Alhamdulillah sukses juga.



Saya juga berusaha menginspirasi mahasiswa saya untuk mau menjalankan ASI eksklusif saat sudah punya anak nanti. Semoga dengan memposting artikel ini saya juga bisa menginspirasi semua ibu cantik yang membacanya agar rela memberikan yang terbaik untuk bayinya. BRAVO IBU INDONESIA!

0 comments:

Post a Comment