Wednesday, May 3, 2017

Kurang Asam Folat Saat Hamil Bisa Menyebabkan Bayi Cacat

Masa kehamilan merupakan masa rawan yang harus diwaspadai. Saat itu kita sedang dalam proses membentuk tubuh seorang manusia, sehingga aneka bahan-bahan berupa zat-zat gizi penting harus dikonsumsi dalam jumlah cukup.

Ada zat gizi yang mungkin sering diabaikan oleh ibu-ibu saat hamil, yaitu konsumsi asam folat, ternyata kekurangan asam folat bisa melahirkan bayi yang mengalami Spina Bifida yaitu suatu kelainan karena Neural Tube tidak terbentuk dengan sempurna. Bayinya jadi lahir seperti memiliki buntut atau ekor karena adanya cacat pada pembentukan tulang belakang.

Selain Spina Bifida juga bisa terjadi anencephaly, dan encephalocele,yaitu gangguan pada tulang kepala dan otak. Keduanya merupakan jenis Neural Tube Defects (NTDs)  terbuka. NTDS terbuka terjadi ketika kelainan pada otak dan atau spinal cord ditunjukkan dengan kelahiran dengan cacat pada tulang tengkorak dan atau ruas-ruas tulang belakang ( tulang punggung).


Ada juga yang disebut jenis Neural Tube Defect tertutup, yang terjadi ketika cacat yang mengenai tulang belakang ditutup oleh kulit.Contoh umum dari NTDS tertutup adalah lipomyelomeningocele, lipomeningocele, dan tethered cord.

NTDs terjadi karena malformasi konggenital akibat dari gagal menutupnya neural tube selama masa embriogenesis, sehingga neural tube tidak dapat terbentuk dengan sempurna.Tidak terbentuknya neural tube berkaitan dengan perubahan status asam folat. Perubahan pada status asam folat dipengaruhi oleh gangguan distribusi folat dalam jaringan dan asupan folat yang tidak adekuat. 

 Kekurangan asam folat ini terjadi pada saat konsepsi (tepat saat berhubungan intim yang terjadi pembuahan yaitu bertemunya sperma dan sel telur)  atau trimester pertama (3 bulan pertama kehamilan). Manifestasi dari kekurangan asam folat adalah terjadinya gangguan pada proses penutupan neural tube pada otak dan tulang belakang bayi.


Faktor lain yang mempengaruhi NTDs diantaranya:

1)      Ras/ etnik/ kondisi geografi: NTDs lebih sering terjadi pada subpopulasi wanita Hispanic dan diantara kelompok populasi Irlandia, China dan Ingris.
2)      Penggunaan dari obat-obat sakit kepala pada saat kehamilan
3)      Wanita hamil dengan DM tipe I yaitu tergantung pada insulin
4)      Wanita hamil dengan obesitas 
5) Riwayat Kehamilan NTDs sebelumnya.

H   Hal yang sangat perlu diperhatikan adalah NTDs merupakan kelainan yang bersifat permanen. Hal ini dikarenakan berhubungan dengan neuron/ syaraf  dari penderita. Terapi gizi yang dilakukan hanya dapat dilakukan satu bulan sebelum terjadi pembuahan sampai dengan trisemester pertama kehamilan melalui pemberian asam folat yang mencukupi.

Menurut Angka Kecukupan Gizi Indonesia, Konsumsi asam folat yang dianjurkan adalah 400 µg perhari. Pada wanita  hamil atau wanita menjelang hamil, perlu ada tambahan 200 µg perhari. 



Penelitian yang dilakukan oleh Helene McNulty dkk dan sudah dipublikasikan pada American Journal Clinical Nutrition tahun 2000 menemukan bahwa  bahwa 50-70% tentang NTDs dapat dicegah ketika  wanita-wanita hamil melakukan diet tinggi asam folat. Suplementasi asam folat 400 µg per hari, terutama satu bulan sebelum konsepsi sampai tri semester pertama kehamilan.

Oleh karena itu bagi yang siap-siap sedang merencanakan mempunyai anak, segera penuhi konsumsi asam folatnya agar bayi lahir sempurna, atau bagi yang sedang hamil terutama 3 bulan pertama, jangan lupa konsumsi asam folatnya ditingkatkan. 


Konsumsi asam folat dapat dipenuhiuhi selain dari konsumsi suplemen juga dari bahan makanan alami yang tinggi asam folat seperti hati sapi, kacang-kacangan, sereal, brokoli dll.***
(Sumber: Buku 9 Secret of Women)

  
Baca juga:
Resensi Buku 9 Secret of Women, Rahasia Gizi yang Penting Diketahui oleh Wanita


0 comments:

Post a Comment